Minggu, 16 November 2014

Pecundangi SM, Aspac Pertahankan Gelar



Aspac Jakarta sukses mempertahankan juara Speedy NBL Indonesia. Bertemu dengan musuh bebuyutannya, Satria Muda (SM) Britama Jakarta, dalam grand final Championship Series 2014, Aspac menang meyakinkan 83-67.

Point Guard Aspac, Andakara Dhyaksa Prastawa tampil gemilang dalam pertandingan puncak yang dihelat di GOR UNY Yogyakarta, Sabtu (14/06) ini. Ia mencetak 28 angka guna membawa timnya merengkuh Back to back Champions.

Laga sendiri sebenarnya berjalan ketat di paruh babak awal. Kedua tim mengakhiri quarter pertama dengan kedudukan sama kuat 23-23. SM sempat unggul dua bola pada akhir kuarter kedua 40-34


Namun, Aspac yang mengandalkan kecepatannya mampu memorak porandakan defense SM yang dihuni barisan big man. Aspac kemudian tak terbendung dan menyudahi laga dengan keunggulan cukup jauh 16 angka.

NBL Indonesia Umumkan Nama Anggota First Team


PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia selaku pengelola Speedy NBL Indonesia, merilis daftar pemain yang terpilih sebagai anggota First Team, yakni tim berisikan lima pemain dengan performa terbaik sepanjang musim reguler 2013-2014.

Berisikan dua guard, dua forward, dan satu orang center, pemilihan First Team menggunakan formula Index Point of Success (idx) serta vote dari pelatih yang dilakukan setelah setiap game terhadap pemain dari tim lawan.

Dari kelima anggota First Team tersebut, beberapa adalah pemain yang sudah pernah bergabung dengan tim elite pada edisi terdahulu, yakniRony Gunawan (Satria Muda BritAma Jakarta) yang terpilih untuk kali ketiga, dan Bima Riski Ardiansyah, forward Bimasakti Nikko Steel Malang.

Tiga pemain lainnya baru kali pertama terpilih masuk First Team. Mereka adalah Merio Ferdiansyah (Stadium Jakarta), Dimaz Muharri (CLS Knights Surabaya), serta  Ponsianus ’Komink’ Nyoman Indrawan(Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta).


Komink-Yuni Sabet Defensive Player of The Year NBL-WNBL



Setelah dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP),power forward Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta, Ponsianus 'Komink' Nyoman Indrawan juga terpilih sebagai Defensive Player of the Year Speedy NBL Indonesia 2013-2014.

Komink berada di puncak kategori block per game (2,22). Untuk rebound,Komink masuk lima besar. Power forward bertinggi 191 cm ini membukukan rata-rata 8,59 rebound per game (terbaik ketiga di musim reguler 2013-2014).

Sementara itu, gelar pemain bertahan terbaik di Speedy Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia 2013-2014 berhasil direbutYuni Anggraeni dari Sahabat Wisma Sehati Semarang.

Sebagai sophomore alias pemain musim kedua di WNBL Indonesia, Yuni tak hanya produktif mengemas poin. Dia menempati posisi teratas untuk kategori rebound dengan mengemas rata-rata 12,33 rpg


Aspac Jakarta Kunci Posisi Runner



 Aspac Jakarta menutup musim reguler Speedy NBL Indonesia 2013-2014 dengan menyapu bersih lima laga di Seri VI Surabaya. Menyusul keunggulan atas tuan rumah CLS Knights Surabaya, 53-51, di DBL Arena Surabaya, Sabtu (17/5).

CLS sejatinya berpeluang memaksa dimainkannya overtime alias babak tambahan. Namun, layup Sandy Febiansyakh pada detik-detik terakhir gagal berbuah poin. Ribuan Knights Society (julukan bagi fans CLS) yang memadati DBL Arena pun tertunduk lesu.

Penerima gelar Most Valuable Player (MVP) musim kemarin, Pringgo Regowo memimpin kemenangan Aspac dengan suplai 12 poin dan 5rebound. Disusul oleh Xaverius Prawiro lewat kontribusi 11 poin.

Kemenangan itu memastikan Aspac mengunci posisi kedua klasemen akhir. Tim polesan Rastafari Horongbala ini mengemas total 61 poin, hasil dari 28 memetik kemenangan dan kalah 5 kali.


Sabtu, 15 November 2014

Hang uah Pecundangi Garuda Bandung




Tim-tim papan atas yang lolos Championship Series wajib mewaspadai Hangtuah Sumsel IM. Tim penghuni peringkat ketujuh klasemen akhir musim reguler Speedy NBL Indonesia 2013-2014 ini mengirim sinyal ancaman serius. Seperti yang mereka tunjukkan saat melakoni laga hari terakhir Seri VI di DBL Arena Surabaya, Minggu (18/5). Hangtuah sukses memecundangi tim peringkat kelima Garuda Kukar Bandung, 66-54.

Mengandalkan kecepatan Richardo Orlando Uneputty sebagai pengatur serangan, Hangtuah langsung menguasai kuarter pertama dengan keunggulan 20-15. Ary Sapto dkk kian memperbesar keunggulan di pengujung kuarter kedua menjadi 35-22.

Keunggulan itu berhasil dijaga hingga kuarter ketiga. Hangtuah memperbesar keunggulan dengan margin 14 angka. Laga berakhir dengan marjin keunggulan 12 poin untuk Hangtuah.